Sidang Komisi Irigasi (KOMIR) Kabupaten Tanah Bumbu

 

Gunung Tinggi 15/04/2019 . Bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (BAPPEDA) bersama stakeholder lainnya antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Pertanian dan Perkebunan mengadakan  Sidang Komisi Irigasi. Adapun Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Program Bank Dunia yaitu Integrated Participatory Developement and Management Irigation Program (IPDMIP) yang fokus dalam pembangunan dan pengelolaan irigasi pertanian pangan di daerah.

Acara dibuka oleh Asisten Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Drs. Suhartoyo, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan betapa pentingnya pengelolaan air bagi petani didukung dengan Alsintan yang mumpuni diharapkan dapat meningkatkan produktifitas bahan pangan yang pada akhirnya meningkatkan taraf hidup petani.

Acara yang juga dihadiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta Tenaga Penyuluh Pertanian ini juga ditujukan untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam rangka pengelolaan air untuk pertanian sehingga air dapat digunakan secara efektif untuk pertanian terutama daerah pertanian yang belum memiliki irigasi untuk akses air, maupun daerah yang telah memiliki irigasi namun belum terkelola secara baik.

 

Turut berhadir pula Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Gt. Syamsir Alam Kotabaru, Cucu Kusmayancu menyampaikan pemaparan tentang prakiraan musim kemarau di Kabupaten Tanah Bumbu dan daerah sekitarnya. Dengan memahami pola hujan dan musim kemarau ini diharapkan petani dapat lebih terbantu dalam melakukan estimasi untuk mulai bercocok tanam yang ideal untuk menghindari masa kekeringan.

Pemateri oleh Rahardjo Ari Karjanto dari Kementerian PUPR , dalam paparannya dijelaskan Komisi Irigasi adalah wadah yang mengkoordinasikan berbagai kepentingan terkait pemanfataan air irigasi yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No. 17 /PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi.  Tujuan dibentuknya KOMIR adalah untuk mewujudkan keterpaduan dalam pengelolaan sistem irigasi di setiap Provinsi/Kabupaten/Kota.

Acara diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Sidang oleh perwakilan dari dinas terkait, perwakilan kelompok tani, serta perwakilan desa.

SM