Rencana Perubahan Fungsi Kawasan Cagar Alam Pulau Sewangi dan Pulau Burung

BATULICIN – Rapat Pembahasan Hasil Kajian Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi Cagar Alam Pulau Sewangi dan Pulai Burung Untuk Peralihan fungsi lahan menjadi Taman Wisata Alam.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (BAPPEDA) Drs. Rahmadi, serta Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sektor wilayah III Batulicin Andi Lukito, MP sebagai juru bicara terkait hasil kajian evaluasi oleh tim teknis yang sudah terjun langsung melakukan penilitian dan pengumpulan data dilapangan sebelumnya.

Turut hadir pula perwakilan dari SOPD dan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Pertanahan, Bagian Pemerintahan serta perwakilan Kecamatan dan Kelurahan Batulicin.

Hasil kajian yang dipaparkan mendapatkan apresiasi tersendiri dari SOPD terkait karena data yang terangkum sangat lengkap sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan untuk perubahan status Fungsi Kawasan Pulau Burung dan Pulau Sewangi yang saat ini masih sebagai Cagar Alam.

“Perubahan status dari Kawasan Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam bukan berarti merubah fungsi dan keaslian kawasan, namun diharapkan dengan perubahan fungsi tersebut pemerintah daerah bisa membangun dan mengembangkan kawasan tanpa merubah keaslian alam yang ada”, kata Kepala BKSDA Andi Lukito, MP.

Dari data hasil kajian tim teknis memang terdapat warga yang mendiami dua lokasi tersebut sejak lama secara turun temurun. Pulau Sewangi secara administrasi berada di Kelurahan Batulicin RT. 9 dengan luas +/- 695 hektar, sedangkan Pulau Burung Berada di Kecamatan Simpang Empat, Desa Pulau Panjang, terdapat dua RT yaitu  1 dan 2 dengan luas +/- 545 hektar.

Kepala Desa Pulau Panjang, Saidi, Berharap dengan adanya rencana perubahan fungsi kawasan ini bisa lebih meningkatkan pembangunan di Pulau Burung tanpa merubah keaslian alam sehingga masyarakat lokal dapat diberdayakan untuk mendukung kegiatan eco-wisata jika nanti hal ini terealisasi.

 

(SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *